Pernah menghabiskan satu jam di LinkedIn untuk mencari prospek, mengirim permintaan koneksi, lalu lupa melakukan follow-up? Situasi seperti ini sering menghambat tim sales B2B. Masalahnya bukan selalu kekurangan calon pelanggan, melainkan terlalu banyak pekerjaan kecil yang menyita waktu.
Menambah tenaga sales memang bisa membantu. Namun, biaya gaji, pelatihan, dan operasional tentu perlu masuk hitungan. Karena itu, banyak bisnis mulai mencari software yang mampu menangani pekerjaan berulang tanpa menambah beban tim.
Salah satu pilihan yang menarik perhatian adalah Octopus CRM. Software ini membantu pengguna mengatur aktivitas LinkedIn, mulai dari permintaan koneksi hingga pesan otomatis dan pengelolaan prospek sederhana.
Harganya juga terlihat menarik jika kita membandingkannya dengan platform sales automation yang lebih besar. Meski begitu, jangan langsung mengambil keputusan hanya berdasarkan biaya langganan.
Octopus CRM memiliki fokus yang berbeda dari Salesforce, HubSpot, atau Zoho CRM. Jadi, sebelum membeli, mari kita bahas fitur, harga, biaya tambahan, potensi ROI, dan alternatif yang mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Apa Itu Octopus CRM dan Siapa yang Cocok Menggunakannya?
Octopus CRM merupakan software LinkedIn automation yang membantu pengguna mengatur aktivitas pencarian prospek secara lebih terstruktur. Platform ini menggunakan ekstensi Chrome untuk menjalankan sejumlah aktivitas LinkedIn melalui workflow otomatis.
Penggunanya mencakup tenaga penjualan B2B, konsultan, perekrut, pemilik bisnis, dan agensi pemasaran yang mengandalkan LinkedIn untuk menjangkau calon pelanggan.
Bayangkan sebuah perusahaan konsultan teknologi ingin menawarkan layanannya kepada manajer operasional di perusahaan manufaktur. Tim sales harus menemukan profil yang sesuai, mengirim pesan pengantar, membangun percakapan, dan mengatur tindak lanjut.
Octopus CRM membantu mengatur sebagian pekerjaan tersebut melalui kampanye otomatis dan dashboard prospek. Dengan begitu, pengguna dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.
Namun, software ini tidak menyediakan seluruh kemampuan CRM enterprise. Jangan berharap menemukan sistem lengkap untuk mengelola kontrak, layanan pelanggan, forecasting penjualan, dan analisis pendapatan dalam satu platform.
Menurut saya, perbedaan tersebut menjadi faktor utama saat memilih software. Jika Anda ingin menghemat waktu saat melakukan prospecting LinkedIn, Octopus CRM layak masuk daftar pertimbangan. Sebaliknya, jika perusahaan membutuhkan pusat data untuk seluruh aktivitas sales dan marketing, pertimbangkan CRM yang memiliki cakupan lebih luas.
Fitur Octopus CRM yang Layak Diperhatikan
Sebelum membayar langganan, periksa apakah fitur Octopus CRM benar-benar membantu pekerjaan sehari-hari. Jumlah fitur saja tidak cukup untuk menentukan nilai sebuah software.
1. Otomatisasi Permintaan Koneksi LinkedIn
Octopus CRM membantu pengguna mengirim permintaan koneksi dengan pesan personalisasi. Fitur ini berguna ketika tim sales sudah memiliki daftar prospek berdasarkan jabatan, industri, atau perusahaan.
Sebagai contoh, seorang konsultan teknologi ingin membangun koneksi dengan direktur operasional. Ia dapat menyiapkan pesan pengantar yang relevan dengan kebutuhan industri tersebut daripada menulis pesan baru untuk setiap orang.
Namun, personalisasi bukan sekadar menambahkan nama penerima ke dalam template. Pesan yang membahas tantangan bisnis tertentu biasanya terasa lebih relevan daripada promosi umum.
Karena itu, susun daftar prospek dengan cermat sebelum menjalankan kampanye apa pun.
2. Bulk Messaging dan Follow-up
Octopus CRM menyediakan fitur otomatisasi pesan untuk membantu pengguna mengatur komunikasi dengan koneksi LinkedIn.
Misalnya, seorang sales dapat menyusun pesan perkenalan dan tindak lanjut untuk prospek yang memenuhi kriteria tertentu. Workflow tersebut mengurangi kebutuhan untuk mengetik pesan berulang kali.
Meski begitu, jangan menyamakan jumlah pesan terkirim dengan jumlah peluang penjualan. Jika pesan pertama tidak relevan, otomatisasi hanya mempercepat penyebaran pesan yang kurang efektif.
Gunakan pesan yang sesuai dengan konteks prospek dan evaluasi responsnya sebelum memperluas kampanye.
3. Kunjungan Profil dan Endorsement
Octopus CRM juga menawarkan otomatisasi kunjungan profil dan endorsement keterampilan tertentu di LinkedIn.
Fitur ini mendukung aktivitas networking, tetapi tidak menjamin prospek akan tertarik dengan penawaran Anda. Seseorang mungkin melihat kunjungan profil tanpa memiliki kebutuhan terhadap produk yang Anda jual.
Karena itu, ukur keberhasilan melalui respons yang relevan, percakapan bisnis, dan peluang penjualan. Jangan hanya menghitung jumlah kunjungan profil.
4. Dashboard Prospek dan Kampanye
Dashboard Octopus CRM membantu pengguna mengatur prospek dan menjalankan kampanye dalam satu alur kerja.
Pengguna dapat menggabungkan aktivitas seperti permintaan koneksi, pesan, kunjungan profil, dan endorsement sesuai kebutuhan. Platform ini juga menyediakan statistik aktivitas kampanye serta sejumlah informasi terkait Social Selling Index.
Bagi freelancer atau tim kecil, dashboard tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada spreadsheet manual.
Namun, jangan menganggap dashboard ini setara dengan laporan keuangan atau sales forecasting tingkat enterprise. Periksa kemampuan pelaporan yang tersedia sebelum memilih paket.
5. Integrasi Zapier dan HubSpot
Integrasi menjadi pertimbangan penting ketika bisnis menggunakan beberapa aplikasi sekaligus.
Octopus CRM mendukung integrasi melalui Zapier dan menyediakan konektivitas dengan HubSpot. Melalui workflow yang sesuai, pengguna dapat meneruskan data atau menghubungkan aktivitas dengan aplikasi lain yang kompatibel.
Meskipun begitu, periksa ketersediaan trigger, action, dan batas penggunaan pada setiap paket. Integrasi melalui Zapier juga dapat menambah biaya ketika kebutuhan workflow melampaui paket gratis.
Anda dapat memeriksa detail fitur melalui situs resmi Octopus CRM.
Harga Octopus CRM 2026: Berapa Biaya Berlangganannya?
Harga menjadi salah satu daya tarik Octopus CRM. Biaya awalnya relatif rendah jika kita membandingkannya dengan banyak CRM enterprise.
Tabel berikut merangkum angka harga yang tercantum dalam informasi sebelumnya. Karena pilihan penagihan dapat menghasilkan angka berbeda, konfirmasikan harga akhir dan fitur setiap paket melalui halaman checkout resmi sebelum membeli.
| Paket | Harga acuan per bulan |
| Starter | US6,99–US9,99 |
| Pro | US9,99–US14,99 |
| Advanced | US14,99–US21,99 |
| Unlimited | US24,99–US39,99 |
Rentang tersebut bukan jaminan bahwa setiap pengguna akan melihat harga yang sama. Siklus penagihan, promosi, dan perubahan paket dapat memengaruhi biaya akhir.
Paket Mana yang Sebaiknya Anda Pilih?
Paket Starter layak dipertimbangkan jika Anda ingin mengevaluasi otomatisasi dasar. Freelancer dan pemilik bisnis yang baru membangun proses prospecting dapat memulai dari sini.
Selanjutnya, pertimbangkan Pro jika Anda membutuhkan workflow yang lebih luas. Pastikan paket tersebut mencakup aktivitas yang ingin Anda otomatisasi.
Paket Advanced patut masuk pertimbangan ketika Anda membutuhkan kemampuan tambahan untuk mengatur kampanye atau menghubungkan aplikasi. Namun, jangan membayar fitur integrasi sebelum Anda mengetahui bagaimana tim akan menggunakannya.
Sementara itu, Unlimited menyasar pengguna yang membutuhkan kemampuan lebih lengkap. Meski namanya demikian, jangan menganggap paket ini menghapus seluruh batas teknis atau batas aktivitas LinkedIn.
Saran saya, pilih paket berdasarkan kebutuhan nyata. Anda selalu dapat mengevaluasi peningkatan paket setelah menemukan keterbatasan yang benar-benar menghambat pekerjaan.
Biaya Tambahan yang Sering Terlewat
Harga langganan hanya menunjukkan sebagian pengeluaran. Untuk menilai total biaya Octopus CRM, perhitungkan juga aplikasi pendukung dan waktu kerja tim.
Pertama, masukkan biaya LinkedIn Sales Navigator atau langganan premium lainnya jika Anda membutuhkannya untuk mencari prospek. Tidak semua pengguna memerlukan layanan tersebut, jadi sesuaikan anggaran dengan strategi pencarian lead.
Kedua, hitung biaya integrasi. Jika Anda menghubungkan Octopus CRM dengan aplikasi lain melalui Zapier, periksa batas tugas dan harga paket yang sesuai.
Ketiga, perhitungkan waktu untuk membersihkan daftar prospek, menulis pesan, memeriksa balasan, dan memperbarui status peluang. Otomatisasi tidak menghilangkan seluruh pekerjaan tersebut.
Terakhir, periksa pajak, konversi mata uang, ketentuan perpanjangan langganan, serta kebutuhan lisensi tambahan.
Bayangkan sebuah bisnis membeli software murah, tetapi timnya masih menghabiskan beberapa jam setiap minggu untuk memperbaiki data dan menangani prospek yang tidak relevan. Dalam situasi itu, harga langganan yang rendah belum tentu menghasilkan penghematan nyata.
Karena itu, hitung total cost of ownership (TCO) sebelum mengambil keputusan.
Cara Menghitung ROI Octopus CRM
Bagaimana Anda mengetahui apakah biaya Octopus CRM sebanding dengan manfaatnya?
Mulailah dengan mengukur waktu yang dihemat dan hasil penjualan yang benar-benar tercapai.
Misalnya, seorang konsultan B2B menghabiskan sepuluh jam setiap bulan untuk aktivitas LinkedIn yang berulang. Setelah memperbaiki workflow, ia menghemat empat jam.
Jika nilai waktu kerjanya mencapai Rp100.000 per jam, penghematan waktu tersebut setara dengan Rp400.000 per bulan.
Namun, angka itu belum berarti bisnis langsung memperoleh tambahan uang tunai. Penghematan waktu baru memberikan nilai ekonomi ketika konsultan menggunakan waktu tersebut untuk aktivitas produktif, seperti konsultasi, penyusunan proposal, atau negosiasi.
Selanjutnya, hitung margin kontribusi dari pelanggan baru yang benar-benar berasal dari kampanye. Jangan langsung menganggap seluruh nilai kontrak sebagai keuntungan.
Gunakan rumus berikut:
ROI = (manfaat finansial − total biaya) ÷ total biaya × 100%
Masukkan biaya langganan Octopus CRM, aplikasi pendukung, dan biaya operasional yang relevan ke dalam perhitungan.
Kemudian, pantau tingkat penerimaan koneksi, balasan yang relevan, meeting yang berlangsung, peluang penjualan, dan jumlah pelanggan yang akhirnya membeli.
Dengan pendekatan ini, Anda dapat menilai apakah software membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan, bukan sekadar menambah aktivitas LinkedIn.
Risiko LinkedIn Automation yang Perlu Anda Pahami
Jangan melewatkan aspek ini jika LinkedIn menjadi sumber utama prospek perusahaan.
Octopus CRM menawarkan fitur untuk mengatur aktivitas akun, tetapi fitur tersebut tidak menjamin bahwa LinkedIn akan mengizinkan setiap pola otomatisasi.
Menurut kebijakan resmi LinkedIn, platform tersebut membatasi software dan ekstensi pihak ketiga yang melakukan scraping, mengubah tampilan situs, atau mengotomatisasi aktivitas tertentu. Pelanggaran terhadap ketentuan dapat memicu pembatasan akun.
Artinya, pengguna perlu mengevaluasi risiko kebijakan sebelum memilih Octopus CRM maupun tools sejenis.
Ada pula risiko reputasi. Calon pelanggan B2B bisa mengenali pesan generik yang tidak menunjukkan pemahaman terhadap kebutuhan mereka. Jika kampanye terasa seperti spam, pendekatan tersebut dapat merusak kredibilitas pribadi maupun perusahaan.
Karena itu, jangan menganggap klaim keamanan vendor sebagai jaminan kepatuhan. Jika perusahaan memprioritaskan kepatuhan terhadap ketentuan LinkedIn, pertimbangkan workflow manual atau integrasi resmi yang diizinkan platform.
Kelebihan dan Kekurangan Octopus CRM
Kelebihan Octopus CRM
Harga awal relatif terjangkau. Pengguna dapat mengevaluasi otomatisasi LinkedIn tanpa langsung membeli CRM enterprise.
Workflow cukup sederhana. Pengguna dapat mengatur aktivitas koneksi, pesan, dan pengelolaan prospek melalui satu antarmuka.
Mendukung integrasi. Zapier membuka peluang untuk menghubungkan aktivitas kampanye dengan aplikasi lain yang kompatibel.
Membantu prospecting B2B. Freelancer, konsultan, dan tim sales kecil dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.
Kekurangan Octopus CRM
Tidak menggantikan CRM lengkap. Kemampuan pengelolaan prospeknya berbeda dari platform yang menangani seluruh pipeline, forecasting, dan layanan pelanggan.
Bergantung pada browser. Model ekstensi Chrome memiliki karakteristik berbeda dari platform cloud yang menjalankan workflow secara mandiri.
Membawa risiko kepatuhan. Otomatisasi LinkedIn dapat bertentangan dengan ketentuan resmi platform.
Dapat menambah biaya integrasi. Kebutuhan aplikasi pendukung bisa meningkatkan total pengeluaran.
Tidak menggantikan strategi penjualan. Software tidak otomatis memperbaiki kualitas prospek atau membuat pesan lebih persuasif.
Perbandingan Octopus CRM dengan CRM dan Sales Automation Lain
Sebelum memilih software, bedakan tools LinkedIn automation dari CRM yang mengelola proses penjualan secara menyeluruh.
Tabel berikut memberikan gambaran harga acuan berdasarkan informasi yang dibahas sebelumnya. Harga dan fitur setiap vendor dapat berubah, sehingga Anda perlu memeriksa paket resmi sebelum membeli.
| Software | Harga acuan awal | Fokus utama |
| Octopus CRM | Mulai US$6,99/bulan | LinkedIn outreach automation |
| Zoho CRM | US$14/pengguna/bulan | CRM, pipeline, dan sales automation |
| Freshsales | US$9/pengguna/bulan | CRM penjualan dan komunikasi |
| Pipedrive | US$14/seat/bulan | Pipeline dan pengelolaan deal |
| HubSpot Sales Hub | Mulai US$7/seat/bulan | Sales dan marketing |
| Salesforce Starter Suite | US$25/pengguna/bulan | CRM untuk penjualan dan kebutuhan bisnis |
| Dripify | US$39/pengguna/bulan | LinkedIn dan email outreach sequences |
Harga Zoho, Freshsales, Pipedrive, dan sejumlah paket lain di atas mengacu pada skema penagihan tertentu. Paket awal juga tidak selalu mencakup seluruh fitur yang dibutuhkan tim.
Sebagai contoh, HubSpot Sales Hub Professional memiliki harga acuan yang jauh lebih tinggi daripada paket Starter. Salesforce juga menawarkan paket lanjutan dengan biaya berbeda sesuai kebutuhan automation dan kustomisasi.
Karena itu, jangan membandingkan harga Octopus CRM dengan Salesforce seolah-olah keduanya menawarkan fungsi yang identik. Octopus CRM berfokus pada aktivitas LinkedIn, sedangkan Salesforce melayani kebutuhan CRM yang lebih luas.
Alternatif Octopus CRM yang Layak Dipertimbangkan
Zoho CRM untuk UMKM
Zoho CRM cocok bagi bisnis yang ingin mengelola kontak, pipeline, aktivitas sales, dan laporan melalui satu sistem.
Paket berbayarnya juga menawarkan kemampuan automation sesuai tingkatan paket. Jika kebutuhan Anda sudah melampaui pengelolaan prospek LinkedIn, Zoho layak masuk daftar evaluasi.
Freshsales untuk Tim Sales
Freshsales menggabungkan pengelolaan kontak dan deal dengan fitur komunikasi serta workflow. Paket tertentu menawarkan contact scoring dan sales sequences.
Pilihan ini menarik ketika tim membutuhkan sistem yang lebih luas daripada LinkedIn automation.
Pipedrive untuk Pipeline Penjualan
Pipedrive membantu tim memantau perkembangan deal dan menentukan prioritas follow-up.
Jika masalah utama perusahaan terletak pada prospek yang berhenti di tengah pipeline, Pipedrive mungkin lebih relevan daripada software yang hanya berfokus pada LinkedIn.
HubSpot untuk Sales dan Marketing
HubSpot cocok ketika tim ingin menghubungkan aktivitas marketing dengan proses penjualan.
Namun, periksa biaya onboarding, paket yang diperlukan, jumlah pengguna, dan add-on sebelum menyusun anggaran.
Salesforce untuk Perusahaan Besar
Salesforce layak dipertimbangkan ketika perusahaan membutuhkan integrasi, pengelolaan proses penjualan, dan kustomisasi yang lebih luas.
Meski begitu, perhitungkan biaya implementasi serta kebutuhan pengelolaan sistem dalam jangka panjang.
Dripify untuk Kampanye Outreach
Dripify berfokus pada workflow outreach LinkedIn dan email. Platform ini layak dibandingkan jika tim membutuhkan rangkaian kampanye yang lebih sesuai dengan proses prospecting mereka.
Namun, jangan menganggap perpindahan ke software lain otomatis menghilangkan risiko kepatuhan LinkedIn. Evaluasi ketentuan penggunaan setiap platform secara terpisah.
Rekomendasi Octopus CRM Berdasarkan Kebutuhan Bisnis
Freelancer dan konsultan B2B: Evaluasi Octopus CRM jika Anda ingin mengatur aktivitas prospecting LinkedIn. Namun, pahami risiko kebijakan sebelum mengaktifkan otomatisasi.
UMKM yang membutuhkan CRM Indonesia: Bandingkan Zoho CRM dan Freshsales jika Anda memerlukan database pelanggan, pipeline, laporan, serta pengingat follow-up. Pipedrive juga layak dipertimbangkan untuk pengelolaan deal.
Perusahaan menengah: Evaluasi HubSpot atau Salesforce jika tim membutuhkan integrasi, pelaporan, dan workflow lintas departemen.
Bisnis yang memprioritaskan kepatuhan LinkedIn: Pertimbangkan workflow manual atau integrasi resmi yang diizinkan platform. Jangan memilih vendor hanya berdasarkan klaim keamanan otomatisasinya.
Pada akhirnya, keputusan membeli Octopus CRM harus mengikuti masalah yang ingin Anda selesaikan. Jika Anda ingin mengurangi pekerjaan berulang dalam prospecting LinkedIn, software ini layak dievaluasi.
Namun, jika perusahaan membutuhkan sistem yang menyatukan data pelanggan, pipeline, forecasting, dan layanan pelanggan, CRM khusus mungkin memberikan nilai lebih besar.
Harga murah memang menarik. Akan tetapi, software yang tepat harus membantu tim menghasilkan peluang berkualitas, menjaga hubungan profesional, dan meningkatkan pendapatan dengan cara yang dapat Anda ukur.
FAQ tentang Octopus CRM
Apakah Octopus CRM gratis?
Octopus CRM menawarkan uji coba tujuh hari menurut informasi yang dibahas sebelumnya. Periksa situs resmi untuk memastikan ketentuan uji coba terbaru sebelum mendaftar.
Apakah Octopus CRM sama dengan Salesforce?
Tidak. Octopus CRM berfokus pada LinkedIn automation dan pengelolaan prospek sederhana. Salesforce menyediakan kemampuan CRM yang lebih luas untuk kebutuhan bisnis.
Apakah Octopus CRM cocok untuk UMKM?
Ya, software ini layak dievaluasi oleh UMKM yang mengandalkan LinkedIn untuk prospecting B2B. Namun, jika Anda membutuhkan pengelolaan pelanggan menyeluruh, bandingkan juga Zoho CRM, Freshsales, dan Pipedrive.
Apakah Octopus CRM menjamin peningkatan penjualan?
Tidak. Hasil penjualan bergantung pada kualitas prospek, relevansi pesan, penawaran, tindak lanjut, dan kemampuan tim menutup transaksi. Ukur meeting berkualitas, peluang penjualan, dan pendapatan untuk menilai hasilnya.
Apa risiko terbesar menggunakan Octopus CRM?
Risiko utamanya mencakup kepatuhan terhadap kebijakan LinkedIn, kualitas outreach, dan ketergantungan pada workflow berbasis browser. Sebelum membeli, pertimbangkan kemungkinan pembatasan akun dan alternatif yang sesuai dengan ketentuan platform.
